![]() |
| Seorang pria sedang membaca Al-Qur'an di dalam kendaraan. Pinterest/esmimik |
IqtafNews - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQTAF)
Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) belum lama ini
menggelar Kajian Qur’ani.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Jum’at, 13
Februari 2026 yang berlangsung live Streaming di sosial media itu menghadirkan
narasumber yang merupakan salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur'an dan
Tafsir (IAT) yaitu Saudara Zaenal Habin
Moderator Try Cakra Prawira membuka kajian ini
dengan salah satu pertanyaan yang menjadi awal perbincangan Kajian Qur’ani ini.
"Bagaimana cara menghidupkan'Ulumul
Qur’ān di kalangan Gen Z yang mungkin masih awan ataupun jauh dari keilmuan
yang berfokus pada Al-Qur'an?," ujarnya.
Menurutnya, betapa pentingnya 'Ulumul
Qur’ān untuk merespon permasalahan permasalahan pada masa kini.
Sementara itu, Zaenal Habin sebagai narasumber
mengatakan bahwa barang siapa yang tidak mengetahui Ushul maka tidak
akan memahami cabang – cabangnya.
"Mungkin di kalangan pesantren
tradisional memiliki kepercayaan bahwa belajar agama tidak bisa dilakukan
secara autodidak, tapi menurut saya belajar agama secara autodidak
dengan memilih sumber sumber yang terpercaya itu tidak ada salahnya, apalagi di
zaman sekarang mungkin banyak yang mempunyai kesibukan," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa ada tiga strategi untuk
mempelajari ’Ulumul Qur’an secara autodidak.
Strategi pertama:
Membeli dan membaca buku mengenai keilmuannya.
Srategi kedua:
Menonton berbagai video ceramah di sosial
media, dengan catatan melihat latar belakang dari penceramahnya.
Strategi ketiga:
Membaca keilmuannya serta terjemahannya.
"Dalam buku arah baru studi Al-Qur'an tertulis
bahwa, Al-Qur'an ketika sudah menjadi teks maka akan mati dan cara
menghidupkannya yaitu kita mempelajari Keilmuannya," tuturnya.
Ditutup dengan kesimpulan dari moderator yaitu
dari tiga strategi yang telah disebutkan, menurutnya yang lebih relevan dengan
zaman sekarang adalah strategi kedua yaitu menonton video ceramah di sosial
media karena kebanyakan orang pada zaman sekarang baik GenZ maupun bukan itu
tidak pernah lepas dari handphone.

COMMENTS