![]() |
| Media Sosial. Pinterest/Consejos sobre proteccion de datos sensibles |
Media sosial adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan saat ini. Melalui media sosial, seseorang mendapatkan informasi, berbagi pengalaman, menyampaikan pendapat, dan sekaligus membuat komunikasi menjadi lebih mudah karena keterbatasan waktu dan ruang. Namun, kemudahan ini membuat sebagian dari kita lupa bahwasanya setiap unggahan, komentar, dan uploadan dapat memengaruhi Anda maupun orang lain. Menurut saya, etika dalam penggunaan media sosial cukup penting, karena etika tersebut mencerminkan salah satu komponen dari kepribadian seseorang.
Ada sejumlah besar penduduk saat ini menggunakan media sosial dan membagikan informasinya tanpa memastikan kebenarannya. Bahkan, hinaan, ujaran kebencian, dan fitnah sering dijumpai dalam komentar hanya berdasarkan perbedaan pendapat. Namun demikian, kami umat Islam telah diminta untuk menjaga lisan kami, termasuk “ucapan digital” yang baru berupa tulisan dan komentar di media sosial.
Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu." (QS. Al-Hujurat: 6)
Ayat-ayat ini memberikan pelajaran tentang tabayyun, yaitu memverifikasi kebenaran berita sebelum Anda menganggapnya benar dan menyebarkannya. Hal ini menjadi sangat relevan pada zaman sekarang, ketika berita dan informasi palsu dari sumber yang tidak dikenal dapat menyebar dalam hitungan menit. Dengan demikian, setiap pengguna media sosial harus bertanggung jawab untuk menggunakan akal sehat sebelum memposting apa pun di internet, baik itu mengunggah data, maupun berkomentar tentangnya atau mengomentari hal yang terkait dengannya.
Selain itu, etika bermedia sosial juga berarti menggunakan platform digital sebagai sarana untuk menyebarkan manfaat. Unggahan yang berisi ilmu pengetahuan, motivasi, dakwah, maupun ajakan kepada kebaikan dapat menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya bagi banyak orang. Begitu juga sebaliknya, jika konten yang buruk mengandung kebencian, bulliying, fitnah, atau perundungan dapat menimbulkan kerugian yang berkepanjangan, dan bisa menyebabkan dosa jariyah kepada yang uplodenya sekalipun unggahan tersebut telah dihapus.
Pada akhirnya, media sosial hanyalah sebuah alat. Manfaat atau mudaratnya bergantung pada seseorang menggunakannya. Sebagai generasi yang hidup di era digital, sudah sepatutnya kita menjadikan media sosial atau platform digital sebagai ruang untuk menebarkan kebaikan, menjaga akhlak dan sopan santun, serta menerapkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam setiap interaksi.nya.
Dengan demikian, etika bermedia sosial bukan hanya menjadi aturan dalam berkomunikasi, tetapi juga wujud tanggung jawab kita sebagai seorang Muslim / Muslimah yang ingin menghadirkan manfaat bagi sesame dalam penggunaan media sosial di era digital saat ini.
Penulis : Rahmatunnazilah

COMMENTS