| Foto Bersama Acara Pena Kami. Dokumentasi Pribadi/Daffa Ananta Luthfillah |
IqtafNews: Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
(IQTAF) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC)
mengadakan acara Penataran Kader Mufasir (PENA KAMI).
Kegiatan
yang berlangsung pada 11 September 2026 di Auditorium Fakultas Dakwah dan
Komunikasi UIN SSC itu menghadirkan narasumber Dr. Hj Masri'ah M.Ag sebagai
narasumber PSGAD, Dr. Mohammad Yahya M.Hum sebagai narasumber Pengenalan
Jurusan, Muhammad Iszul Wilsa S.Si sebagai narasumber Cyber Culture, M.Cs dan
Dede Rosadi sebagai narasumber FKMTHI.
Ketua Pelaksana, RM. Muhammad Arifin mengucapkan terimakasih
kepada para panitia yang telah berkontribusi dalam acara ini. Sebagai ketua
pelaksana juga menjelaskan bahwa Penataran Kader Mufasir (PENA KAMI) ini
merupakan tempat juga wadah yang telah disediakan oleh HMJ sebagai cikal bakal
dari pengembangan diri. Dengan mengundang beberapa materi yang merupakan dasar
dasarnya.
"Harapan saya kedepannya pena kami menjadi tempat yang
menjadi cikal bakal pengembangan karaker bagi kita semua dan khususnya bagi
para mahasiswa baru IAT," ujar dia.
Kemudian M. Nurul Amin selaku Ketua Umum HMJ IQTAF
menembahkan beberapa argumen yang mendukung serta selaras dengan apa yang
disampaikan oleh ketua pelaksana. Ia menjelaskan bahwa Pelaksanaaan pena
kami Gerbang kaderisasi pertama bagi
mahasiswa. ada penyesuaian yang dlunya sebagai siswa dan sekarang menjadi
mahasiswa yang selaras dengan pemikiran Koul frei yaitu pendidikan tertindas.
Kutipan yang diambil dari pemikiran Koul Frei "Yang
menginginkan antara pendidik dan didikan itu menjadi subjek dan subjek bukan
menjadi suatu objek." Maka dari
itu Selamat datang di jurusan iat selalu
diingat jangan malu untuk berpendapat Kampus adlah tempat untuk berargumentasi
dan kempus adalah tempat tang memupuk perbedaan.
Kemudian saudara
Dyfan Valeda Zafira selaku ketua DEMA FUA menyampaikan sedikit pesan untuk
acara PENA KAMI ini.
"Jangan
sampai menanamkan perasaan bahwa kalian itu salah jurusan karena itu adalah
kesalahan yang pasif. Karena kampus adalah forum yang luas dan lebih dari itu
maka dari itu mulai sekarang ubah mindset kalian bahwa kalian di iat itu bukan
salah jurusan karena dengan itu kalian bisa menghambat perkembangan diri kita
sendiri," ucap dia.
Sementara itu, Sekretaris
Jurusan IAT, Ibu Nurkholidah, M.Ag mengatakan bahwa IAT itu tidak hanya sebatas
mengenai tulisan atau menafsirkan akan tetapi lebih luas dari itu.
"Jurusan
Ilmu Al-Qur’an dan Tafsit yang merupakan tidak hanya terbatas berbicara suatu
hal seperti fiqih dan tafsir. Akan tetapi bagaimana bagaimana ketika al quran
diturunkan itu
إنما بعثت لاتمما مكارم الاخلاق
Ada akhlak²
tertentu ketika kita menafsirkan sebuah ayat.
Dan tidak hanya
pada diri kita tapi kita harus memikirkan juga bagaimana ketika kita harus
menyampaikannya pada masyarakat," tuturnya.
Penulis : Nafilatul Barkah
COMMENTS