Nama Itachi Uchiha mungkin lebih dikenal di dunia anime Naruto sebagai sosok misterius yang penuh rahasia dan pengorbanan. Tapi di balik kisah tragis (mengerikan) dan tatapan dinginnya, ada pesan filosofis (moral) mendalam tentang kehidupan, kesadaran, dan realitas hal-hal yang ternyata sejalan dengan ajaran Islam.
Salah satu kutipan Itachi yang paling terkenal berbunyi “Kenyataan bisa jadi ilusi, dan ilusi bisa jadi kenyataan.” Bagi sebagian orang, kalimat ini mungkin terdengar seperti teka-teki (jebakan) ninja. Namun jika direnungkan lebih dalam, ungkapan tersebut menyentuh inti dari pandangan Islam tentang dunia. Salah satu doktrin Islam terkait dunia ialah dunia ini bukan realitas sejati, melainkan ujian dan bayangan sementara. Hal tersebut, dapat dikonfirmasi dalam QS. Ad-Duha: 4:
وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ
Terjemahan: “Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).”
Dunia Sebagai Ilusi “Genjutsu” Kehidupan
Dalam dunia ninja, genjutsu adalah seni menciptakan ilusi membuat musuh melihat sesuatu yang tidak nyata. Tapi bukankah kehidupan dunia juga begitu? Kadang kita dikelabui oleh kesenangan, harta, dan status, sampai lupa makna sebenarnya dari hidup. Al-Qur’an menggambarkan hal tersebut dengan sangat indah:
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Terjemahan: “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Al-Hadid: 20)
Itulah genjutsu dunia ilusi kehidupan yang menipu manusia dengan kenikmatan sesaat, hingga ia terlena dan melupakan realitas akhirat. Dalam pandangan Islam, hakikat kehidupan tidak diukur dari apa yang tampak oleh mata, tetapi dari iman dan amal yang tersembunyi di balik pandangan duniawi. Sebab, apa yang tidak terlihat oleh manusia sering kali justru lebih nyata di sisi Allah.
Kesadaran Diri Kunci untuk “Bangun dari Genjutsu”
Itachi hidup dengan beban berat menjadi “penjahat” demi menjaga kedamaian. Tapi ia sadar akan tujuannya. Ia tahu bahwa pandangan orang bukan segalanya. Kesadaran semacam ini mirip dengan konsep muraqabah dalam Islam merasa selalu diawasi Allah dan sadar akan tujuan hidup. Keadaan ini terekam dalam QS. Az-Zariyat: 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Terjemahan: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
Seorang Muslim yang menyadari hal ini akan mampu membedakan mana yang hakikat dan mana yang ilusi mana yang duniawi dan mana yang bernilai abadi.
khlas dan Pengorbanan Jalan Sunyi yang Dipilih
Itachi mengorbankan nama baik, cinta, bahkan hidupnya demi kedamaian. Dalam Islam, sikap seperti ini sangat dekat dengan nilai ikhlas (الإخلاص) yakni beramal tanpa pamrih, hanya karena Allah. Rasulullah Saw bersabda:
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
Ikhlas bukan berarti tidak sedih atau tidak merasa sakit, tapi tetap melangkah karena tahu bahwa kebenaran lebih penting dari pujian manusia. Sama seperti Itachi, seorang Muslim sejati bisa tetap kuat walau dunia salah paham tentangnya.
Bangunlah dari Genjutsu Dunia
Kata-kata Itachi menjadi pengingat bahwa dunia ini penuh dengan tipuan bukan oleh jutsu ninja, melainkan oleh hawa nafsu, keserakahan, dan cinta terhadap dunia. Islam mengajarkan kita untuk “terjaga” dari ilusi itu, dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, menata niat, dan menjalani hidup dengan hati yang sadar. Sebab, genjutsu dunia hanya dapat dipatahkan dengan zikir dan kesadaran iman.
Penulis : Sandi Guswimansyah | Editor: Muhammad Iwan Ramdhani
COMMENTS