| Pertunjukan Beladiri/Dok. Pribadi/Mochammad Abyan Fadillah |
Himpunan
Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (HMJ IQTAF) Universitas Islam
Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) telah menggelar malam puncak dari IQTAF
MENGABDI 2026 di Desa Balad Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon yang telah
memasuki pada malam terakhir, pada malam Rabu, 29 Juni 2026.
Meskipun
penutupan acara secara resmi hanya akan ditutup di closing ceremoni pada
keesokan harinya tapi tetap saja acara malam ini sangatlah meriah, Panitia
sengaja mengadakan malam puncak ini sebagai penutupan acara secara non-formal
kepada warga setempat secara langsung tanpa ada sekat sedikitpun dan warga
setempat sangat antusias mengikuti rangkaian acara serta penampilan-penampilan
yang disajikan oleh panitia untuk warga setempat.
Acara ini
bertempat di MTs Miftahul Muta'alim yang memiliki posisi strategis. sekolah ini
dimana secara Geografis berlokasi di tengah desa dan posisinya menyatu dengan
pemukiman Masyarakat yang pastinya dapat memudahkan akses ataupun atensi yang
didapat panitia pelaksana dan Masyarakat
Seperti biasa
sebelum acara dimulai tim Hadroh El-Basyariah menyajikan penampilan yang ciamik
dengan lagu-lagu Sholawat yang indah serta melodi-melodi sanjungan kepada Nabi
Muhammad SAW dengan merdu dan penampilan tim hadroh ini harapannya bisa
mengundang barokah dari Nabi serta seluruh rangkaian acara ini diridhai Allah
SWT agar jalannya acara bisa berjalan lancar tanpa hambatan.
Acara ini
dipandu oleh Tri Cakra Prawira dan Nisa Noviya sebagai Mahasiswa jurusan Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir sekaligus selaku panitia yang membawa jalannya acara
dengan lancar dan teratur serta mengusahakan acara berlangsung dengan hangat
dan nyaman bagi para audiens agar keseruan acara bisa terjaga dari awal hingga
akhir.
Rangkaian acara
yang pertama adalah penyerahan sertifikat penghargaan kepada anak-anak yang
telah mengikuti program pesantren kilat dengan total seluruh peserta sekitar 70
anak yang tersebar di berbagai musala, MD, MI dan SDN yang ada di Desa Balad
yang kemudian diundang untuk datang ke malam puncak untuk diberikan sertifikat
penghargaan kepada mereka yang telah mengikuti program ini dengan giat dan
tekun di hadapan Orangtua dan Wali mereka serta puluhan pasang mata audiens.
Acara dilanjut
dengan berbagai penampilan yang dibawakan oleh anak-anak setempat yang
sebelumnya sudah dilatih oleh kakak panitia khusus untuk malam terakhir serta
dari panitia pelaksana juga akan menyajikan penampilan yang tak kalah hebat.
Penampilan
pertama yaitu tarian Mojang Priangan yang ditampilkan oleh anak-anak setempat, Istilah
Mojang priangan ini sangat populer sebagai judul lagu daerah Jawa Barat ciptaan
Iyar Wiyarsih yang dipopulerkan oleh Nining Meida. Lagu tersebut menceritakan
tentang sosok gadis Sunda yang tidak hanya berparas cantik dan manis, tetapi
juga memiliki kepribadian yang sopan, ramah, dan anggun.
Penampilan kedua
yaitu tari Budaya yang dimana anak-anak setempat yang telah dilatih dan diajarkan
oleh kakak panitia sejumlah tarian-tarian populer tradisional dari seluruh
Indonesia dari Sabang hingga Merauke, kakak panitia dengan sabar melatih mereka
sehingga mereka bisa tampil memukau di depan Wali/Orangtua mereka dan para
Audiens yang hadir.
Penampilan
ketiga adalah penampilan terakhir yang ditampilkan oleh anak-anak setempat
yaitu penampilan Fashion Show dimana anak-anak akan dirias dengan
busana-busana Islami terbaik dengan memperlihatkan keanggunan, kecantikan dan
keindahan yang dibawakan mereka.
Penampilan
keempat itu adalah Tari Nirmala merupakan penampilan pertama yang dibawakan
oleh panitia pelaksana, kata Nirmala sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang
berarti bersih, suci, atau tanpa noda. Tari Nirmala adalah tarian kreasi yang
memadukan gerakan tari Melayu dan tari Jepen. Tarian ini menggambarkan
kegembiraan sekelompok gadis dan biasanya diiringi oleh lagu Melayu populer
berjudul "Nirmala". Gerakannya berciri khas lincah, dinamis, dan
ceria, sering dipentaskan dalam berbagai acara perayaan.
Penampilan
Pamungkas yang paling ditunggu-tunggi dan diminati oleh para audiens adalah
penampilan Pencak silat yang dibawakan oleh kakak panitia. Konsep penampilannya
adalah saling menunjukan keindahan dan ketangguhan dari masing-masing aliran
perguruan silat yang diikuti oleh para panitia seperti ada: Tapak Suci, PSHT
dan Pagar Nusa.
COMMENTS